Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Manusia Hanya Setitik Debu, Apa yang Kita Sombongkan??

Sungguh Maha Besar, melihat ciptaannya saja kita sudah tidak mampu apalagi melihat Tuhan Yang Maha Esa, Renungkanlah bacaan dibawah ini, semoga kita terhindar dari perbuatan Sombong. Sesungguhnya kita sangat kecil di mata Tuhan. Saya mendapatkan beberapa gambar mengenai perbandingan ukuran bumi, diantara beberapa bagian di jagat raya ini yang semuanya adalah ciptaan Allah Subhanahu wa ta'ala.

*Perbandingan Bumi dengan planet yang lebih kecil


*Ini bumi dibandingkan dengan planet planet yang lebih besar.. Ada Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus

*Perhatikan, Bumi tidak ada apa-apanya dengan Matahari

*Matahari sangat kecil jika dibandingkan dengan Arcturus, Bagaimana dengan Bumi ?

*Matahari yang kita rasa sangat besar, jika di bandingkan dengan bitang Antares, sangat jauh lebih kecil.

*Antares Masih Kalah dengan Pistol Star 

* Pistol Star Masih jauh dibawah VV Cephei (Bintang Terbesar Yang Ditemukan)

*Matahari Sudah Seperti Debu


Dengan perbandingan diatas tadi, setidaknya kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi, apalagi kita sebagai penghuninya. Terbayang jelas jagat raya yang sangat besar pada gambar skala-skala diatas. Bumi kita tidak kelihatan lagi di sini , bahkan matahari hanya sebesar debu.

Saya sempat berpikir juga… Siapakah kita…?
Layakah kita sombong dihadapan TUHAN ?
Apakah tujuan hidup kita…?
Apa yang membuat hidup kita, manusia, berharga, mulia dihadapan TUHAN…?

Bumi saja yang menurut kalian besarnya cuma setitik, gimana kalian yang sangat kecil??? jadi.. tidaklah pantas manusia berjalan di atas muka bumi ini dengan sombong terhadap sesama makhluk Tuhan, apalagi berlaku sombong terhadap Penciptanya, Yang Maha Besar, Tuhan Yang Maha Esa.
Dan disini matahari sudah tak terlihat, bagaimana dengan bumi..? BAGAIMANA DENGAN KITA ???
APA PANTAS KITA SOMBONG? Manusia hanya setitik debu.

 








Baca Selengkapnya>>>>>>>

5 Fakta Unik Tentang Meteor Rusia

Sebuah benda langit jatuh di Kota Chelyabinsk, di Pegunungan Ural, sekitar 1500 kilometer sebelah timur Ibu Kota Moskow, Rusia. Banyak orang meyakini benda asing ini meteor.

Namun ada pula yang meragukan. Seperti Anggota parlemen Rusia dari Partai Liberal Vladimir Zhirinovsky mengatakan jatuhnya meteor merupakan suatu konspirasi Amerika Serikat,lihat disini. "Benda itu bukan meteorit, itu adalah aksi Amerika yang sedang menguji coba senjata barunya," kata dia kemarin.

Meteor atau konspirasi, berikut ada lima fakta mengenai benda langit itu. Seperti apa? Ini dia ulasannya.

1. Meteor Paling Besar Seabad

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyatakan meteor yang jatuh di Kota Chelyabinsk, Rusia kemarin merupakan meteor terbesar yang menghantam Bumi selama seabad terakhir.

Meteor besar dilaporkan pernah menghantam Bumi pada 30 Juni 1908 di daerah Tunguska, Siberia, mengakibatkan sekitar 80 juta pohon tumbang rata dengan tanah.

"Jatuhnya meteor itu bisa disebut peristiwa langka dan bersejarah," kata Direktur Planetarium NASA Jim Green.

2. Bobot Meteor

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) juga memperkirakan berat dimiliki meteor itu mencapai tujuh ribu ton dan mempunyai ledakan sekuat 20 bom atom.

Namun menurut Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, meteor yang jatuh pagi tadi di wilayah Chelyabinsk, Pegunungan Ural, Rusia, berbobot sepuluh ton.

3. Seribu Korban

Jatuhnya meteor di Kota Chelyabinsk, di Pegunungan Ural, sekitar 1500 kilometer sebelah timur Ibu Kota Moskow, Rusia, kemarin telah menyebabkan 1000 orang terluka. Demikian pernyataan dari Kementerian Keadaan Darurat Rusia.

Korban kebanyakan luka akibat pecahan kaca jendela bangunan. Sebanyak 43 korban telah dilarikan ke rumah sakit.

Hantaman meteor itu juga merusak sekitar 3000 bangunan, termasuk melubangi sejumlah dinding besi sebuah pabrik di Chelyabinsk.

"Cahaya di langit semacam itu tak pernah terjadi di kehidupan. Itu hanya terjadi ketika kiamat," kata Vlada Palagina, guru di sebuah sekolah di Chelyabinsk.

Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan menteri keadaan darurat menyediakan segala pertolongan kepada korban.

4. Ledakan besar

Menurut Scienceblogs.com, sebuah blog sains diprakarsai oleh National Geographic, ketika sebuah meteor mendatangi bumi, meteor tersebut akan bergerak sangat cepat karena gaya tarik bumi yang begitu besar. Hal ini akan menyebabkan sang meteor tersebut mampu bergerak hingga 11 sampai 72 kilometer per detik menuju bumi.

Namun, sebagai pelindung terluar bumi, atmosfer akan mencoba melawan gaya tersebut dan memperlambat laju meteor sembari membakar habis material pembentuk meteor tersebut. Itulah mengapa meteor jatuh selalu terlihat mengeluarkan cahaya mengkilat, seperti yang terekam dalam kejadian di Rusia hari ini.

Sayangnya, jika material pembentuk meteor tersebut terlalu banyak tersusun oleh es maupun CO2 kering, suhunya akan meningkat drastis dan mendidih. Suhu inilah yang menyebabkan molekul di dalam meteor tertekan dan mencoba untuk keluar. Sehingga, terjadilah ledakan yang sangat kuat tersebut.

5. Asteroid 2012 DA14

Meteor jatuh di Rusia lusa lalu diyakini bagian dari Asteroid 2012 DA14 yang akan mendekati bumi tahun ini.

Pasalnya, meteor itu menghantam bumi hanya beberapa jam sebelum asteroid bernama 2012 DA14 seluas setengah lapangan bola melintasi Bumi di ketinggian 27 ribu kilometer. Itu merupakan rekor jarak terdekat sebuah asteroid besar melintasi Bumi.
.
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Kiamat 2012 Cuma Karangan


Kalender suku maya yang meramalkan bahwa 2012 menjadi akhir dari di kehidupan di dunia membuat sejumlah orang was-was. Karenanya, NASA pun melakukan penelitian untuk meredam rumor tersebut.

Hasilnya, NASA pun menampik ramalan yang mengatakan bahwa 21 Desember 2012 merupakan akhir dari dunia. "Seperti kalender yang terdapat pada dinding dapur Anda ketika tidak ada tanggal setelah 31 Desember. Kalender suku Maya habis setelah 21 Desember 2012. Hari itu merupakan perhitungan terakhir dalam kaleder maya - seperti kalender kita yang akan berawal pada 1 Januari lagi," kata peneliti melalui pernyataan dikutip dari situs NASA.
Mereka menegaskan bahwa peristiwa yang akan terjadi pada 21 Desember 2012 tidak akan ada perbedaan dari salah satu hari di tahun dan pada tanggal tertentu.

Pada tanggal itu, matahari memang akan muncul pada siang hari di ketinggian terendah di atas cakrawala, sebuah fenomena yang dikenal sebagai titik balik matahari musim dingin (winter solstice). Tidak ada hubungannya dengan konsekuensi bencana, di mana beberapa pihak mengatakan akan terjadi bencana akibat peristiwa  tersebut.

Adapun teori mengatakan, pada 2012, bumi mengalami pergeseran kutub yang radikal, dan para peneliti mengatakan bahwa secara alami hal tersebut tidak mungkin.

Selain itu, para peneliti NASA juga mengatakan, bumi tidak akan mendapatkan ancaman dari terjangan meteor besar pada tahun ini. "Bumi selalu menjadi target dari terjangan komet dan asteroid, namun serangan besar sangat jarang. Terakhir terjadi pada 65 juta tahun yang lalu dan membuat dinosaurus punah," katanya.

Para peneliti mengatakan bahwa teori yang mengatakan bahwa 2012 menjadi akhir dari dunia merupakan kreasi phantasmagorical. "Banyak hal yang mucul seperti film, tayangan TV yang tidak berdasarkan pada ilmu pengetahuan. Bahkan, di luar sana juga ada rilis NASA yang palsu,".

Kisah mengenai kiamat Suku Maya dimulai ketika ada cerita yang berkembang mengenai planet bernama Nibiru yang akan menabrak Bumi. Bencana ini diprediksi terjadi pada 2003 silam.

Tapi ketika tidak ada bencana apa pun yang terjadi di tahun 2003, prediksi itu diubah ke tahun 2012. Kemudian dihubungkan dengan siklus perhitungan kalender Suku Maya dan titik balik Matahari 2012. Hingga akhirnya muncullah tanggal klaim kiamat pada 21 Desember.

"Nibiru itu konyol karena planet ini tidak ada dan tidak pernah ada. Sama seperti halnya bagian dari imajinasi semu ilmuwan yang bahkan tidak terganggu dengan kurangnya bukti yang ada,"
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Matahari Akan Terbit dari Barat di Benarkan NASA

Matahari akan terbit dari barat saat kiamat sudah dekat
Matahari Akan Terbit dari Barat di Benarkan NASA - Kebenaran ajaran Islam terus-menerus dibuktikan oleh penemuan demi penemuan ilmu pengetahuan. 1.400 tahun yang lalu, Rasulullah SAW sudah menyatakan dalam haditsnya bahwa kelak matahari akan terbit dari Barat sebagai bukti keagungan Allah SWT dan ciri-ciri kiamat sudah semakin dekat: "Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).

Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja, kemudian tertutuplah pintu taubat. Setelah itu, gerakan matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya kiamat. Ini sesuai dan dibenarkan oleh peneliti NASA dalam artikelnya dibawah. Dari Ibn ‘Abbas, “Maka Ubai bin Ka’ab berkata: “Maka bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu?” Rasulullah menjawab: “Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan menghadapi (tugas-tugas) dunia mereka, apabila kuda seorang laki-laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat.” (Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha).
MATAHARI TERBIT DARI BARAT DIBENARKAN ILMUWAN FISIKA DAN MASUK ISLAM

Ilmuwan Fisika Ukraina Masuk Islam Karena Membuktikan Kebenaran Al-qur’an Bahwa Putaran Poros Bumi Bisa Berbalik Arah

Demitri Bolykov, sorang ahli fisika yang sangat menggandrungi kajian serta riset-riset ilmiah, mengatakan bahwa pintu masuk ke Islamannya adalah fisika. Sungguh suatu yang sangat ilmiah, bagaimanakah fisika bisa mendorang Demitri Bolyakov masuk Islam? Demitri mengatakan bahwa ia tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika.

Mereka sedang dalam penelitian terhadap sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori moderen yang menjelaskan tentang perputaran bumi dan porosnya. Mereka berhasil menetapkan teori tersebut. Akan tetapi Dimetri mengetahui bahwasanya diriwayatkan dalam sebuah hadis dari nabi saw yang diketahui umat Islam, bahkan termasuk inti akidah mereka yang menguatkan keharusan teori tersebut ada, sesuai dengan hasil yang dicapainya. Demitri merasa yakin bahwa pengetahuan seperti ini, yang umurnya lebih dari 1.400 tahun yang lalu sebagai sumber satu-satunya yang mungkin hanyalah pencipta alam semesta ini.

Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menfsirakan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan , ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.

Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”.

Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya. Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari. Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun. Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat !!!

Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian. Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huarirah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima Taubatnya.” (dari kitab Islam wa Qishshah). Wallahu alam.
Source :IslamIsLogic.wordpress.com 

 
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Partikel Surya Menghantam Bumi ( Badai Matahari)

Ilmuwan temukan partikel surya yang membombardir planet Bumi, akibat dari meledaknya solar flares (jilatan api dari matahari). Peristiwa alam tersebut merupakan yang terbesar dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Seperti yang dilansir Softpedia, Imbas dari serangan partikel surya tersebut diduga akan menimbulkan berbagai efek samping negatif yang dapat dirasakan di planet Bumi, seperti rusaknya jaringan listrik, satelit yang rusak dan komunikasi yang terganggu.

"Ada potensi untuk terinduksi pada jaringan listrik. Operator daya semuanya telah diberitahu, ini bisa menyebabkan beberapa arus induksi yang tidak diinginkan" ujar Josep Kunches, Ilmuwan cuaca dari National Oceanic dan Atmospheric Administration, Amerika Serikat.

Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) beberapa kali terpapar radiasi badai matahari. Astronot diharuskan berlindung di dalam ISS untuk menghindari efek buruk radiasi. Namun, kali ini badai Matahari besar yang terjadi tak membahayakan ISS.

Rob Navias, juru bicara NASA, seperti dikutip Space kemarin, mengatakan, "Tak ada bahaya, tak ada keharusan untuk berlindung."

Sementara tweet NASA juga menyatakan hal serupa. "Badai Matahari tak berbahaya bagi ISS atau krunya. Doktor di Kontrol Misi di Houston selalu melakukan monitor level radiasi, yang masih bisa diterima."

Ledakan Matahari yang terjadi pada hari Rabu lalu muncul dari bintik Matahari AR1429. Besarnya ledakan ini mengalahkan ledakan pada 27 Januari lalu yang masuk kelas X1.7. Namun, ledakan masih kalah dengan ledakan pada Februari 2003 yang masuk kelas X28. 

Ledakan partikel surya yang menghujam planet bumi ini juga dapat dilihat secara tidak langsung melalui indera penglihatan dengan tampilnya fenomena aurora secara signifikan di wilayah kutub.

Dikabarkan, ketika partikel solar ini memberikan imbasnya terhadap planet bumi, ini akan menimbulkan sebuah transimisi sepanjang garis-garis medan magnet di atas wilayah kutub yakni munculnya fenomena alam aurora yang menakjubkan.

Para astronom mengkhawatirkan tentang nasib pesawat ruang angkasa di orbitnya, termasuk stasiun luar angkasa internasional (ISS). Semenjak dua hari lalu, sejumlah besar plasma dan partikel bermuatan kini menuju dan akan menabrak bumi.

Beberapa maskapai penerbangan telah diperingatkan tentang kemungkinan dampak yang akan terjadi. Dikabarkan saat ini ada banyak perusahaan yang lebih memilih untuk melakukan penerbangan antara Amerika Utara dan Asia atau Eropa, ketimbang, harus melewati rute Kutub Utara.

Peristiwa alam ini, meskipun dapat memberikan dampak yang merugikan, namun nampaknya akan menjadi sebuah tontotan menarik, yakni diharapkan akan menghasilkan fenomena aurora yang cerah dan mengkilat serta jarak yang lebih rendah dari biasanya.
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Kepler 22b Planet Baru Layak Huni


Para astronot dan ilmuan makin hari makin pinter aja kayaknya, ada ada aja hasil penemuannya. Alam semesta memang sungguh luas tiada habis, dan masih banyak yang belum terkuak mungkin.Ada kabar gembira ini bagi pemerintah yang sibuk ngurusi kepadatan penduduk, mungkin planet baru ini cocok buat lahan baru buat penduduk yang gak punya tempat tinggal dan bercocok tanam di sana.Waduh sobat maaf ada sedikit kesalahan, ternyata jaraknya terlalu jauh, dengan tegnologi yang ada saat ini aja kita jika ingin kesana membutuhkan waktu 600 juta tahun cahaya ,,, weh weh weh...,. umur kita abis di jalan sobat kalau gitu. Lebih lengkapnya lanjutkan membaca di bawah ini sobat.

Wahana antariksa Kepler kembali membuat kejutan. NASA mengumumkan pada Senin  bahwa salah satu dari 2.326 kandidat planet temuan Kepler telah dikonfirmasi sebagai planet layak huni.

"Ini penemuan yang fenomenal. Ini membuktikan bahwa Homo sapiens semakin dekat dengan pencapaian kita di semesta untuk menemukan planet yang mengingatkan kita akan rumah. Kita hampir di sana," kata Geoff Marcy, peneliti dari University of California, Berkeley, seperti dikutip AP.

Planet yang dikonfirmasi layak huni tersebut bernama Kepler 22b. Planet itu mengorbit bintang serupa Matahari bernama Kepler 22 dan berjarak 600 tahun cahaya dari Bumi.

Kepler 22b memiliki beberapa kesamaan dengan Bumi. Bumi mengelilingi Matahari selama 365 hari, sedangkan Kepler 22b mengelilingi bintang induknya dalam waktu 290 hari. Cuma beda tipis.

Temperatur Bumi dan Kepler 22b pun tak berbeda jauh. Disebutkan bahwa jika efek rumah kaca bekerja di Kepler 22b, maka temperatur di planet itu sekitar 22 derajat celsius.

Perbedaan dijumpai pada ukurannya. Kepler 22b berukuran 2,4 kali lebih besar daripada Bumi.

Sementara massanya belum diketahui sehingga sulit dipastikan apakah Kepler 22b merupakan planet batuan atau gas raksasa. Jika merupakan planet gas, maka tentu sulit bagi manusia untuk hidup di sana.

Meski dikonfirmasi layak huni, masih sulit bagi manusia untuk pergi ke Kepler 22b. Satu tahun cahaya setara dengan 9,65 triliun kilometer. Butuh waktu 22 juta tahun untuk ke sana dengan teknologi yang ada sekarang. Teknologi-lah yang nanti akan menjawab apakah pergi ke Kepler 22b akan menjadi mimpi atau kenyataan.

Selain penemuan Kepler 22b, NASA juga mengumumkan bahwa kini Kepler telah memiliki 2.326 kandidat planet layak huni. Jumlah ini bertambah 1.094 dari pengumuman pada bulan Februari 2011 lalu yang menyatakan bahwa ada 1.235 kandidat planet layak huni.

Dari jumlah 2.326 kandidat planet, 207 di antaranya memiliki ukuran setara Bumi. Sementara 680 lainnya lebih besar dari Bumi. Jumlah planet yang ada di Zona Layak Huni sendiri ada 48 buah. Masih dibutuhkan penelitian untuk mengonfirmasi apakah sekian planet-planet tersebut layak huni.

Source : kompas 
.
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Asteroid Sebesar Bus Melintasi Indonesia


Asteroid berukuran 5-10 meter melintasi bumi dan berada di atas Indonesia pada Rabu kemarin. Asteroid 2010 TD 54 tersebut pertama kali terdeteksi oleh Lab Observatorium Kitt Peak National Solar di Arizona pada hari Minggu silam,
tulis NASA Asteroid Watch melalui akun Twitternya. Dengan kecepatan 63 ribu kilometer per jam, seorang astronom amatir Patrick Wiggins asal AS berhasil merekam lintasan asteroid yang tampak seperti garis putih.
Sebuah asteroid yang berukuran lebih besar dari bus tingkat meluncur ke arah bumi. Namun, menurut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), asteroid ini tidak akan menghantam bumi.

Batu raksasa selebar enam meter itu sampai di atmosfer bumi, Selasa (12/10) waktu Inggris. Meski bisa memperkirakan kedatangannya, para astronom tidak yakin asteroid meluncur ke arah mana.

Para ahli menamai asteroid 2010 TD54. Mereka yakin asteroid tidak akan masuk ke atmosfer, bahkan benda itu akan terbakar sebelum melewati bumi.

Pengamat asteroid dari NASA mengatakan dalam Twitternya, batu luar angkasa akan terbakar di atmosfer dan tidak akan berbahaya bagi bumi.

Emily Baldwin, editor Astronomy Now, yang juga ahli astronomi mengatakan, asteroid ini tidak akan menghantam bumi. "Tapi ini mengingatkan bahwa bumi berada di tengah kosmik yang penuh dengan benda angkasa dan kita perlu terus mengamati asteroid yang bakal datang," ujarnya.

Ancaman asteroid tidak bisa dianggap remeh. Sebelumnya, NASA mengatakan sebuah asteroid berukuran raksasa kemungkinan menghantam bumi tahun 2182. Asteroid bernama RQ36 yang memiliki kekuatan ledakan 100 bom nuklir itu bisa menghancurkan bumi.

NASA secara resmi mengklasifikasikan RQ36 sebagai 'asteroid berbahaya' yang jaraknya sekitar 280 ribu mil dari Bumi.
Clark Chapman, seorang ilmuwan keplanetan di Southwest Research Institute di Boulder,Colorado, mengatakan dampak dari RQ36 akan menyebabkan ledakan bencana.

sumber : nasa.gov
Baca Selengkapnya>>>>>>>

WASP-12b, Planet Terpanas di Jagad Raya

Dalam usaha perburuan planet-planet di luar tata surya kita, para peneliti menemukan planet yang dianggap paling panas. Planet bernama WASP-12b itu menyala dalam suhu 2.200 derajat Celcius, dan mengorbit bintangnya lebih cepat dan lebih dekat dibanding planet lain.


Planet tersebut mengitari bintangnya dalam sehari. Sebagai perbandingan, planet di tata surya kita yang paling cepat mengorbit Matahari adalah Merkurius, yang mengorbit Matahari sekali dalam 88 hari.
Untuk mencapai waktu orbit sedemikian cepat, planet itu berada sangat dekat dengan bintangnya, dengan jarak sekitar 3,4 juta kilometer atau hanya 2 persen dari jarak Bumi ke Matahari.
"WASP-12b adalah benda langit yang menarik karena ia memiliki waktu putar terpendek sekaligus menjadi planet terpanas," kata Don Pollacco dari Queen's University di Irlandia Utara, yang merupakan salah satu peneliti proyek SuperWASP (Super Wide Angle Search for Planets).
WASP-12b adalah planet gas, sekitar 1,5 kali massa Jupiter dan ukurannya hampir dua kali lipatnya. Planet yang mengelilingi sebuah bintang sejauh 870 tahun cahaya dari Bumi ini penting terutama karena memberi gambaran sedekat apa jarak sebuah planet dengan tanpa menjadi hancur.
"Ada batasan jarak karena semakin dekat sebuah planet terhadap bintangnya, pengaruh radiasinya makin kuat dan dalam satu titik, planet tersebut akan hancur mendidih karena panas bintangnya," ujar Pollacco. "Sebelumnya, orang-orang menduga sebagai sesuatu yang mustahil sebuah planet bisa memutari bintangnya dalam sehari dan bisa sedekat itu."
Planet ini juga sedemikian panas sehingga suhunya mirip dengan suhu beberapa bintang. Walau begitu, ia bukanlah sebuah bintang karena massanya tidak cukup besar untuk menghasilkan reaksi panasnuklir yang menjadi ciri sebuah bintang.
sumber: http://id-waw.blogspot.com 
.
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Wisata Luar Angkasa Terwujud 2020

Sebuah pesawat luar-angkasa khusus yang bisa take-off dari bandar udara biasa dan membawa penumpang dari Bumi ke luar angkasa, dipercaya oleh para ilmuwan dapat dijadikan penerbangan komersil luar angkasa pertama dalam waktu sepuluh tahun ke depan.

Para insinyur telah mengembangkan sebuah pesawat bernama 'Skylone' senilai 700 juta Euro, yang bisa terbang dengan kecepatan 5 kali kecepatan suara. Skylone yang berukuran 270 kaki ini dapat mengangkut maksimal 24 penumpang ke luar angkasa dan dapat dijadikan sebuah penerbangan komersil pertama dalam waktu 10 tahun ke depan. Biaya penerbangan per penumpangnya diperkirakan seharga 6,3 juta Euro.
"Melakukan perjalanan ke luar angkasa itu memanglah mahal. Kami hanya ingin membuktikan bahwa perjalanan luar angkasa komersil dapat dilakukan. Mungkin kini kita bicara tentang sedikit tentang fiksi-ilmiah tapi secara teoritis tak ada yang dapat menghentikan manusia untuk menjelajahi luar angkasa," ujar Richard Varvill, direktur-teknis dan salah satu pendiri Reaction
Engines (RE). RE sendiri merupakan perusahaan aerospace asal Inggris yang sedang mengerjakan proyek ini.

Skylone, pesawat yang tanpa pilot tersebut, bisa terbang dari bandara udara biasa dan tidak memiliki roket eksternal, maupun mesin dengan hydrogen. Pihak UK Space Agency percaya bahwa Skylon bisa merevolusikan perjalanan angkasa dan secara signifikan bisa memotong biaya produksinya dengan pertolongan teknologi terbaru.

Mereka mengatakan bahwa Skylon bisa menggantikan Space Shuttle Nasa untuk mengangkut 12 ton kargo dan astronot ke International Space Station (ISS) di luar angkasa sana. Laporan juga menyatakan bahwa pengembangan Skylon bisa memakan dana sekitar 7,5 milyar Euro, biaya yang sama untuk mengembangkan sebuah jet Airbus.

Skylon dikembangkan oleh Reaction Engines dan didukung oleh UK Space Agency. Para pihak yang terlibat akan bertemu minggu depan untuk membicarakan rencana pengembangan penerbangan luar angkasa komersil ini. Reaction Engines mengatakan akan membutuhkan waktu 10 tahun untuk mengembangkan teknologi ini dan akan memungkinkan Inggris menjadi negara pertama yang meluncurkan penerbangan luar angkasa komersil pertama..

Sebelumnya The European Space Agency (ESA), Russian Federal Space Agency (RKA), dan NASA juga sudah mengeluarkan miliaran dolar untuk proyek yang sejenis tapi selalu menemui kegagalan.
sumber: esa 
.
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Jupiter di Posisi Terdekat Bumi Selama Hampir 50 tahun

Akan menjadi hari-hari terbaik untuk melihat Jupiter minggu depan di langit malam. Planet itu tidak akan tampak lebih besar atau lebih terang lagi sampai 2022.

Jupiter akan melewati jarak 368.000.000 mil dari Bumi Senin malam, jarak terdekat sejak 1963. Anda dapat melihatnya di timur sekitar senja. Sekitar tengah malam,  dia akan langsung di atas kepala. Itu karena Bumi akan melewati antara Jupiter dan matahari.

Planet terbesar di tata surya itu sudah muncul sebagai bintang yang sangat terang - tiga kali lebih terang dari bintang paling terang di langit, Sirius. Satu-satunya benda yang lebih terang  di langit malam saat ini adalah bulan kita.

Teropong dan teleskop secara dramatis akan meningkatkan tampilannya saat Jupiter, bersama dengan bulan-bulannya, terbit di timur saat matahari terbenam.

"Jupiter begitu cerah saat ini, Anda tidak perlu peta langit untuk menemukannya," kata Tony Phillips, seorang astronom California yang dikontrak NASA. "Anda hanya perlu berjalan ke luar dan melihatnya. Itu sangat menarik."

Phillips tidak pernah melihat Jupiter begitu cerah. "Untuk seorang pengamat berpengalaman, perbedaannya adalah penting," katanya Jumat.

Kebetulan, Uranus juga akan mendekati bumi di malam yang sama. Dia akan muncul dekat dengan Jupiter namun sulit untuk melihat dengan mata telanjang. Melalui teleskop, ia akan bersinar seperti disk berwarna zamrud kurang dari satu derajat dari Jupiter.

Jupiter relatif dekat ke bumi sekitar setiap 12 tahun. Pada tahun 1999, dia sedikit lebih jauh. Hal yang langka saat ini adalah Uranus membuat penampilan terdekat pada saat yang sama, kata Phillips. Dia menyebutnya "peristiwa sekali dalam seumur hidup." Saat dilihat tepat di samping Jupiter melalui teleskop, Uranus akan berada 1,7 miliar kilometer dari Bumi pada Senin malam.

Phillips mendorong penikmat untuk tidak menyerah jika mendung Senin malam. Jupiter akan tetap relatif dekat selama berminggu-minggu, katanya, yang memberi kesempatan untuk melihat dengan baik untuk beberapa waktu. Dan bagi mereka yang bangun pagi, Jupiter akan terlihat di barat sebelum matahari terbit.
.
Baca Selengkapnya>>>>>>>

NASA Temukan Bintang Kanibal

Sebuah bintang yang diduga memakan 'tetangganya' sendiri telah ditemukan oleh Badan Antariksa AS (NASA).

Bintang merah yang berusia satu miliar tahun itu disebut BP Piscium. Bintang tersebut diduga telah 'memakan' bintang muda terdekat. Ini terlihat dari bekas yang ditinggalkan bintang muda itu masih bisa dilihat. Demikian seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (17/9/2010).

Profesor Joel Kastner dari Rochester Institute of Technology, New York, mengatakan bahwa para ilmuwan telah menemukan kasus yang langka dari 'kanibalisme antarbintang'.

BP Piscium adalah sebuah versi yang sedang berevolusi dari matahari kita. Berlokasi di 1.000 tahun cahaya konstelasi rasi bintang Pisces. Bintang kanibal tersebut ditemukan dengan menggunakan pengamatan x-ray Chandra di NASA.

Para ilmuwan mulai mempelajarinya sekira 15 tahun yang lalu dan kaget akan penampakannya tersebut. Bintang tersebut dikelilingi oleh awan debu yang biasanya adalah calon-calon planet baru.

Bintang-bintang baru lahir di cluster-cluster, sementara lokasi dari BP Piscium itu sendiri terisolasi, yang membuat para ilmuwan menyimpulkan bahwa bintang merah raksasa tersebut adalah bintang dengan masa evolusi yang lambat.

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa cincin dari awan debu dulunya adalah bintang-bintang baru yang telah dimakan oleh BP Piscium.

Ilmuwan-ilmuwan tersebut juga memperingatkan kalau Bumi suatu saat nanti bisa saja mengalami kasus yang sama seperti 'tetangga' dari bintang BP Piscium.

David Rodriguez dari University of California, Los Angeles, mengatakan bahwa "BP Psc menunjukkan bahwa bintang seperti Matahari kita mungkin bakal diam untuk milyaran tahun, tapi apabila matahari kita 'ngamuk' mungkin bisa memakan satu sampai dua planet,"
sumber : nasa
 .
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Air di Bintang Karbon

Air, komponen satu ini memang penting sebagai penopang kehidupan seperti yang kita kenal di Bumi. Karena itu berbagai penelitian dan pengamatan dilakukan untuk menemukan keberadaan air di alam semesta terutama pada planet yang serupa Bumi yang berada dalam area laik huni.
Dalam pengamatan yang dilakukannya, Teleskop Herschel milik ESA berhasil mendeteksi keberadaan uap air di sebuah lokasi yang pada awalnya dianggap tidak mungkin ada uap air disana. Uap air tersebut dilihat ESA pada atmosfer bintang karbon raksasa merah.

Bintang Yang Mulai Menua

Dengan mempelajari berbagai fase dalam siklus kehidupan bintang, astronom dapat menyatukan proses yang memegang peranan dalam evolusi bintang serta interaksinya dengan lingkungan sekitar.  Dari hasil mempelajari proses tersebut, bintang bermassa rendah yang tadinya biasa saja ( massa < 8 – 9 kali massa Matahari) ternyata bisa memberi kejutan. Dan itulah yang terjadi dengan CW Leonis atau yang dikenal sebagai IRC +10216, bintang karbon raksasa merah yang sedang mengalami proses penuaan.
Siklus kehidupan bintang bermassa rendah pada umumnya berakhir dengan mengerut dan bukannya sebuah ledakan. Jadi setelah waduk hidrogen dalam inti bintang terkonsumsi, bintang kemudian mulai menggunakan bahan bakar nuklir berikutnya yakni helium untuk diubah menjadi karbon. Setelah helium habis, bintang tidak dapat mencapai temperatur yang sangat tinggi untuk reaksi fusi nuklir elemen yang lebih berat. Bintang kemudian mulai mengembang (dengan pertumbuhan radius bintang sampai beberapa ratus sampai ribuan kali) dan memasuki tahap yang dikenal sebagai raksasa merah.
Pada tahap ini, bintang akan mengalami kehilangan massa yang cukup besar dan kemudian melontarkan lapisan terluarnya dan membentuk kerangka sirkumbintang yang terdiri dari debu dan molekul-molekul. Periode ini juga dikenal sebagai fasa Asymptotic Giant Branch, yang mengacu pada lokasi bintang dalam diagram Hertzsprung-Russell. Pada saat bersamaan, sisa reruntuhan bintang yang kaya dengan karbon dan oksigen akan terus berkontraksi dan berevolusi menjadi bintang yang lebih kecil yaitu bintang katai putih yang sangat panas.
Gas yang dilontarkan ke ruang antar bintang oleh angin bintang yang kuat dari bintang AGB ini justru kaya dengan elemen berat khususnya karbon dan oksigen. Kelimpahan kedua unsur ini berbeda dari bintang ke bintang.
CW Leonis
Bintang yang diamati Herschel, CW Leonis merupakan bintang paling terang (dalam cahaya infra merah) dan sekaligus merupakan bintang raksasa merah terdekat. Selain itu bintang ini juga memiliki selubung yang di dominasi oleh karbon. Lingkungan yang kaya karbon seperti ini jelas diharapkan dapat mengontrol sejumlah reaksi kimia organik. Dalam reaksi tersebut, hampir semua oksigen terikat dengan molekul karbon monoksida (CO) dan silikon monoksida (SiO)
Pada tahun 2001, berita mengejutkan datang dari hasil pengamatan CW Leonis yang dilakukan oleh Submillimetre Wave Astronomy Satellite (SWAS). SWAS mengungkap keberadaan uap air  (H2O) di selubung bintang.
Air, molekul yang satu ini memang sangat penting dan menjadi elemen utama yang mendukung keberadaan kehidupan di Bumi.  Dari sinilah berbagai penelitian dan pengamatan dilakukan untuk bisa mendeteksi keberadaan molekul yang satu ini.
Tanda yang dilihat SWAS pada garis spektrum yang ia ambil menunjukkan keberadaan molekul air dengan temperatur hanya 61 K, dan dengan demikian menempatkan air tersebut berada di bagian luar atau tepatnya di selubung bintang yang dingin.
Penjelasan yang diberikan astronom mengasumsikan kalau air tersebut muncul dari penguapan awan ataupun benda dingin seperti komet atau planet katai yang ada di sekeliling bintang. Akan tetapi dibutuhkan juga mekanisme lainnya yang bisa menjelaskan keberadaan uap air di selubung CW Leonis. Dan pendeteksian yang berasal dari satu garis tidaklah cukup untuk dijadikan bukti keberadaan uap air tersebut.
Pengamatan Herschel
November 2009, setelah teleskop Herschel bertugas dan mengamati CW Leonis dengan menggunakan spektrometer SPIRE dan PACS pada panjang gelombang 55 – 670 mikron. Hasilnya, Herschel melihat tidak hanya 1 melainkan berhasil mengidentifikasi 60 garis keberadaan air yang terkait langsung dengan sejumlah level energetik molekul.
Pendeteksian dari sebagian besar garis yang dipancarkan oleh molekul yang sama jelas memberikan informasi penting. Hal ini disebabkan karena setiap garis terkait dengan energi tertentu, dengan demikian mengarah pada temperatur tertentu. Banyaknya garis yang dilihat justru membantu untuk melacak sumber air tersebut di selubung antar bintang. Garis-garis yang terkait temperatur tinggi akan membawa informasi kalau molekulnya berada semakin dekat dnegan permukaan bintang.
Spektrum dengan presisi yang tinggi didapat dengan menggunakan spektrometer Herschel mengindikasikan temperatur pada 1000 K. Ini jelas menunjukan kalau air tidak hanya berada pada selubung terluar seperti diindikasikan pada data SWAS, namun juga ada pada selubung tengah dan dalam dari CW Leonis. Akibatnya, butuh mekanisme lain untuk menjelaskan bukti pengamatan baru tersebut.
Air Yang Dilihat Herschel
Untuk bisa memproduksi air pada lingkungan kaya karbon, atom oksigen harus dilepas dari molekul dimana ia terikat, dalam hal ini CO dan SiO untuk kemudian bergabung dengan hidrogen.  Dalam kasus ini, dibutuhkan radiasi energetik dari foton ultra ungu / ultra violet (UV) untuk memisahkan molekul pembawa oksigen tersebut.
Struktur selubung antar bintang yang tidak teratur dan cenderung bergumpal-gumpal inilah yang menyebabkan foton UV dari ruang antar bintang dapat masuk cukup dalam melalui selubung.  Di dalam selubung foton UV akan memicu terjadinya rangkaian reaksi yang memproduksi air yang tampak tersebut serta beberapa molekul lainnya seperti Amonia (NH3).
Data dari herschel tak pelak menantang pengetahuan yang ada terkait kimiawi bintang yang terjadi di selubung bintang yang sedang menua. Sekaligus membawa para peneliti untuk melihat pentingnya fotokimia yang disebabkan oleh foton UV di lingkungan tersebut.  Proses serupa juga bisa menjelaskan kondisi yang berlawanan, dalam hal ini keberadaan molekul kaya karbon di bintang AGB yang selubungnya didominasi oleh oksigen.
CW Leonis memang contoh pertama keberadaan air di bintang karbon. Namun dengan keberadaan Herschel, di masa depan ia akan meneliti bintang karbon lainnya untuk membuktikan mekanisme tersebut pada sampel yang lebih luas lagi.
Sumber : esa
Baca Selengkapnya>>>>>>>

2018 NASA ingin Gapai Matahari Sebagai Impiannya

NASA sedang merealisasikan rencana untuk meluncurkan misi mengunjungi dan mempelajari Matahari lebih dekat daripada sebelumnya. Proyek yang belum pernah dilakukan sebelumnya itu dinamakan Solar Probe Plus.

Dijadwalkan, peluncuran proyek spektakuler itu tidak lebih dari 2018. Ini diumumkan Jet Propulsion Laboratory (JPL) yang berkantor pusat di Pasadena, Los Angeles, pada Kamis (2/9).

Pesawat angkasa kecil seukuran mobil akan terjun langsung ke atmosfer Matahari sekitar 6,4 juta kilometer dari permukaan bintang kita itu. Pesawat ini akan menjelajahi daerah Matahari yang belum pernah dilalui pesawat lainnya.

Sebagai wahana yang akan mendekati Matahari, ia harus mampu menahan panas lebih dari sekitar 1.400 derajat Celsius (2.550 derajat Fahrenheit) dan ledakan radiasi yang intens. Dengan pemandangan yang dekat dengan Matahari, memungkinkan ilmuwan untuk lebih memahami karakterisasi dan perkiraan lingkungan radiasinya untuk penjelajah masa depan.

"Eksperimen terpilih untuk Solar Probe Plus secara khusus dirancang untuk memecahkan dua pertanyaan kunci fisika Matahari. Mengapa atmosfer luar matahari begitu jauh lebih panas dari permukaan yang terlihat? Apa yang mendorong angin Matahari mempengaruhi Bumi dan tata surya kita?" kata Dick Fisher, Direktur Divisi Heliofisik NASA di Washington.

"Soalnya, kami telah berjuang dengan pertanyaan-pertanyaan itu selama puluhan tahun. Misi ini akhirnya harus memberikan jawaban itu," tegasnya.

NASA sejatinya telah menyeleksi lima penyelidikan sains yang akan membuka misteri matahari terbesar, termasuk satu proyek ini yang dipimpin oleh seorang ilmuwan dari JPL NASA. Pada 2009, NASA mengundang para peneliti untuk mengajukan proposal sains.

Tiga belas proposal yang masuk dibahas oleh panel NASA dan ilmuwan dari luar NASA. Total dana untuk lima investigasi terpilih itu sekitar US$180 juta untuk analisis awal, desain, pengembangan, dan pengujian.
.
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Mud Volcano, Indikasi Kehidupan di Mars


Jika kehidupan di Mars benar-benar ada, ilmuwan percaya indikasinya dapat ditemukan di dataran utara Acidalia Planitia yang terdapat mud volcano sejenis aktivitas vulkanik lumpur di Porong, Sidoarjo.
Acidalia Planitia memiliki struktur geologi yang memuntahkan sedimen bawah tanah yang berlumpur. Sedimen ini mungkin mengandung bahan organik yang dapat menjadi penanda adanya kehidupan di masa lampau.

“Jika ada kehidupan di Mars, mungkin mereka akan berkembang di lingkungan yang kaya cairan,” kata pemimpin studi Dorothy Oehler, ilmuwan riset di Direktorat Eksplorasi Ilmiah dan Penelitian Astromaterial di Johnson Space Center, NASA.

“Gunung berapi yang mengandung lumpur ini merupakan indikator dari permukaan yang kaya fluida. Ini membawa ke kedalaman bawah permukaan yang mungkin sulit kita amati.”

Oehler dan asistennya Carlton Allen mempublikasikan penelitian ini di Icarus.
Mereka berhasil memetakan untuk pertama kali, lebih dari 18.000 gundukan melingkar. Keduanya memperkirakan muncul lebih dari 40.000 gundukan lumpur di daerah tersebut.

Oehler dan Allen menganalisis gambar dari Mars Reconnaissance Orbiter yang memungkinkan mereka menganalisis struktur beberapa gundukan serta fitur aliran lumpur. Data tersebut juga mengandung informasi mineral dari gundukan lumpur.

Mud volcano merupakan struktur geologi di mana campuran gas, cairan dan batuan halus yang ada beberapa kilometer bawah tanah terpaksa naik ke permukaan. Di bumi, mud volcano memiliki peran penting bagi industri minyak. Wilayah ini mampu memprediksi keberadaan minyak bumi.

“Jika kehidupan benar-benar ada di bagiah bawah permukaan, keberadaan air dan materi lain yang terkandung di lumpur akan terangkat ke atas tanah. Sehingga setidaknya proses ini dapat diteliti kembali,” kata Kenneth Tanaka, ilmuwan dari Astrogeology Science Center of the US Geological Survey.

“Kami percaya bahwa Acidalia merupakan tempat yang tepat bagi kehidapan karena memiliki sumber air yang berlimpah,” kata Oehler.

“Ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk mencari kehidupan yang mungkin berkembang di Mars.”                                                .
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Perisai Bumi Berlubang ! Bumi dalam Bahaya

NASA dan National Science Foundation menemukan lapisan magnetik bumi ternyata berlubang. Kebocoran ini berbahaya jika partikel matahari menyerang bumi pada 2013. Pada 2013 badai matahari akan sangat besar,
karena gabungan. Siklus energi magnetik matahari mencapai puncaknya setiap 22 tahun. Sedangkan jumlah bintik matahari sedang mencapai tingkat maksimum setiap 11 tahun. Medan magnet bumi berperan sebagai pelindung terhadap bombardemen partikel yang terus menerus dilepaskan dari matahari. Karena partikel matahari (ion dan elektron) memiliki muatan listrik, maka partikel tersebut akan bertumbukkan dengan kekuatan magnetik, dan sebagian besar akan ditangkis oleh medan magnet planet kita.
Namun, medan magnet kita adalah perisai yang tidak sempurna, dan jumlah partikel yang melewati perisai ini tergantung dari orientasi medan magnet matahari.Lokasi lubang itu ditemukan oleh Wenhui Li dari Universitas New Hampshire, Durham NH dan timnya. Mereka menggunakan simulasi komputer untuk menemukan dua lubang yang sering muncul di lapisan magnetik bumi. Satu lubang terdapat di belahan bumi utara di garis lintang yang tinggi dan satu lagi di bumi bagian selatan. Partikel-partikel yang lolos ini dapat menyebabkan badai magnetik yang bisa membuat jaringan listrik kelebihan beban dan gangguan di wilayah yang luas, bahkan skala global.


Kerusakan listrik dapat terjadi sangat parah dan terjadi selama bertahun-tahun. Hal ini mengakibatkan matinya sistem pengairan air, kesehatan, drainase, dan dapat berakibat fatal bagi manusia. Berdasarkan laporan terkini NASA yang dikeluarkan oleh US National Academy of Sciences, pemerintah AS sendiri tidak akan dapat berbuat banyak untuk mengendalikan kerusakan infrastruktur penting termasuk pembangkit listrik, prasarana air bersih dan pembuangan yang sangat berpotensi melumpuhkan dukungan kehidupan selama beberapa bulan.
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Puncak Hujan Meteor Perseid di Indonesia

Penampakan hujan meteor Perseid tahun ini di Indonesia akan mencapai puncaknya pada 13 Agustus dini hari. Meski lokasi terbaik untuk melihat hujan meteor ini adalah negara-negara di belahan Bumi utara, wilayah Indonesia yang terletak di khatulistiwa dapat melihat beberapa puluh meteor per jam.

"Jangan dibayangkan sebagai hujan meteor yang spektakuler. Hujan meteor ini akan terlihat seperti kelebatan cahaya yang berujung pada rasi Perseus. Ada sekitar puluhan meteor setiap jam," kata Kepala Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung Hakim Luthfi Malasan saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (11/8/2010).

Hujan meteor Perseid sudah berlangsung sejak 17 Juli dan akan berlangsung hingga 24 Agustus. Puncaknya diperkirakan terjadi pada 13 Agustus pukul 06.30-09.00 WIB.

Pengamatan hujan meteor paling baik dilakukan selepas tengah malam hingga menjelang fajar. Karena puncak hujan meteor terjadi pada pagi hari, akan sulit bagi masyarakat Indonesia untuk menyaksikan.

Dari Indonesia, posisi rasi Perseus berada di arah timur laut. Di wilayah barat Indonesia, rasi ini terbit sekitar pukul 01.00. Akibatnya, saat menjelang fajar, posisinya masih terlalu rendah, sekitar 30 derajat dari horizon. Wilayah Indonesia timur lebih beruntung karena posisi rasi Perseus lebih tinggi sehingga hujan meteor itu lebih mudah diamati.

Peneliti Observatorium Bosscha, M Irfan, mengatakan, kondisi ideal untuk mengamati meteor adalah langit yang cerah dan lokasi dengan medan pandang yang luas ke segala arah. Karena itu, lokasi yang baik ialah daerah pedesaan yang tidak banyak cahaya lampu serta daerah tinggi.

”Pengamatan bisa dilakukan di dalam kota, tetapi kemungkinan melihat meteornya akan sangat rendah,” katanya.

Yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan terlihatnya meteor lain yang tidak termasuk dalam hujan meteor Perseid. Meteor yang termasuk dalam hujan meteor Perseid mengarah dari utara ke selatan. Adapun yang arahnya di luar itu adalah meteor biasa yang muncul setiap malam.

Hakim mengatakan, batu-batu yang menjadi sumber hujan meteor Perseid ini berasal dari komet 109P/Swift-Tuttle. Setiap bulan Agustus, Bumi memasuki bekas lintasan komet itu sehingga debu-debu dan batu yang tersisa di lintasan komet masuk ke atmosfer Bumi sebagai hujan meteor, dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per detik. Posisi terdekat komet ini dengan Matahari yang terakhir terjadi pada 1992.

Meski hujan meteor Perseid sudah berlangsung sejak tahun 1990-an, hingga kini hujan meteor tersebut tetap terjadi. Menurut Hakim, hal itu terjadi karena besarnya diamater inti komet, yang menurut space.com mencapai 9,7 kilometer.

Walau terjadi berulang, hujan meteor ini tidak akan menimbulkan efek berarti bagi Bumi. Dalam jangka panjang, lanjut Hakim, banyaknya hujan meteor bisa menimbulkan penumpukan debu di bagian atas atmosfer Bumi sehingga bisa menghalangi cahaya Matahari.

Debu tersebut juga dapat mengotori motor satelit yang memicu rusaknya satelit buatan manusia.
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Program Program Ujicoba NASA

Ares I-X
Ares I-X adalah uji coba penerbangan pertama program Ares I, sistem peluncuran untuk penerbangan manusia ke luar angkasa yang dikembangkan oleh NASA. Ares I-X berhasil diluncurkan pada 28 Oktober 2009.
Bersama dengan Ares V dan Altair, Ares I dan Orion adalah bagian dari Constellation Program NASA yang mengembangkan pesawat luar angkasa untuk penerbangan manusia ke luar angkasa.
Ares V
 Ares V (sebelumnya dikenal sebagai Cargo Launch Vehicle atau CaLV) adalah komponen yang direncanakan peluncuran kargo dari program Constellation , yang akan menggantikan pesawat ulang alik setelah pensiun pada 2010. Ares V dan Ares I diberi nama Ares , dewa perang Yunani, yang setara dengan dewa Romawi Mars .
Awalnya, Ares V akan meluncur dari Earth Departure Stage dan Altair Lunar Lander saat NASA kembali ke Bulan , yang saat ini direncanakan untuk 2019, tetapi juga akan berfungsi sebagai peluncur utama untuk misi luar Bumi, termasuk program utama tujuan, misi berawak ke Mars pada tahun 2030.


LUNAR EXPLORATION

Di masa depan proyek NASA dalam eksplorasi ruang angkasa adalah kembali ke bulan, dimana NASA akan membangun keberadaan manusia dalam jangka panjang di Bulan.

Sebagai ruang pendekatan antar-jemput, NASA sedang membangun armada kendaraan ke layanan Stasiun Antariksa Internasional dan manusia kembali ke bulan, dan bahkan mungkin ke Mars dan sekitarnya. Untuk mendukung upaya ini, ESMD adalah melakukan uji lapangan, merancang sistem permukaan dan melakukan penelitian manusia lanjut untuk memastikan bahwa misi masa depan yang aman, berkelanjutan dan terjangkau.

ORION
Rencananya, Orion akan menggantikan armada pesawat ulang alik Amerika Serikat yang sudah uzur. Tapi NASA mengumumkan pihaknya menunda rencana peluncuran pesawat ulang alik generasi baru selama setahun menjadi 2014.Rick Gilbrech, administrator di Exploration Systems Mission Directorate NASA, menegaskan bahwa penundaan itu terkait dengan kendala teknis dan seretnya anggaran.Orion merupakan komponen dari program Constellation, sebuah program NASA yang meliputi wahana peluncur baru dan juga wahana pendarat di bulan.
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Gerhana Matahari Total Juli 2010

Peristiwa gerhana matahari diperkirakan akan terjadi pada Minggu 11 juli 2010 (Hari Ini) di wilayah-wilayah Bumi belahan selatan. Menurut laporan NASA tentang Gerhana Total Matahari 2010, fenomena tersebut akan terjadi
di Pasifik Selatan di Polinesia, Prancis selama 5 menit dan 20 detik. Pemandangan itu akan dimulai saat matahari terbit di suatu lokasi yang berjarak 1.200 mil dari lepas pantai bagian timur laut Selandia Baru. Kemudian bayangan bulan akan terlihat di kawasan Pasifik Selatan. Selama beberapa menit, langit akan menjadi gelap di atas Kepulauan Cook, Pulau Easter, dan wilayah-wilayah tertenti di selatan Chili dan Argentina.



Astronom dari Willimas College, Jay Pasachoff, beserta para mahasiswanya telah bertolak menuju Pulau Easter untuk menjadi saksi gerhana matahari. Sebelumnya, Pasachoff sudah 50 kali menyaksikan peristiwa itu. "Saya sedih bahwa hanya sedikit orang yang akan mampu melihat gerhana tahun ini karena pemandangan itu tidak tampak di kota-kota besar," kata Pasachoff. Gerhana terjadi saat bulan mengorbit ke posisi antara matahari dan Bumi. Pandangan ke matahari dari Bumi jadi terhalang bulan sehingga membentuk suatu sinar berbentuk cincin raksasa.
Baca Selengkapnya>>>>>>>