Partikel Surya Menghantam Bumi ( Badai Matahari)

Ilmuwan temukan partikel surya yang membombardir planet Bumi, akibat dari meledaknya solar flares (jilatan api dari matahari). Peristiwa alam tersebut merupakan yang terbesar dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Seperti yang dilansir Softpedia, Imbas dari serangan partikel surya tersebut diduga akan menimbulkan berbagai efek samping negatif yang dapat dirasakan di planet Bumi, seperti rusaknya jaringan listrik, satelit yang rusak dan komunikasi yang terganggu.

"Ada potensi untuk terinduksi pada jaringan listrik. Operator daya semuanya telah diberitahu, ini bisa menyebabkan beberapa arus induksi yang tidak diinginkan" ujar Josep Kunches, Ilmuwan cuaca dari National Oceanic dan Atmospheric Administration, Amerika Serikat.

Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) beberapa kali terpapar radiasi badai matahari. Astronot diharuskan berlindung di dalam ISS untuk menghindari efek buruk radiasi. Namun, kali ini badai Matahari besar yang terjadi tak membahayakan ISS.

Rob Navias, juru bicara NASA, seperti dikutip Space kemarin, mengatakan, "Tak ada bahaya, tak ada keharusan untuk berlindung."

Sementara tweet NASA juga menyatakan hal serupa. "Badai Matahari tak berbahaya bagi ISS atau krunya. Doktor di Kontrol Misi di Houston selalu melakukan monitor level radiasi, yang masih bisa diterima."

Ledakan Matahari yang terjadi pada hari Rabu lalu muncul dari bintik Matahari AR1429. Besarnya ledakan ini mengalahkan ledakan pada 27 Januari lalu yang masuk kelas X1.7. Namun, ledakan masih kalah dengan ledakan pada Februari 2003 yang masuk kelas X28. 

Ledakan partikel surya yang menghujam planet bumi ini juga dapat dilihat secara tidak langsung melalui indera penglihatan dengan tampilnya fenomena aurora secara signifikan di wilayah kutub.

Dikabarkan, ketika partikel solar ini memberikan imbasnya terhadap planet bumi, ini akan menimbulkan sebuah transimisi sepanjang garis-garis medan magnet di atas wilayah kutub yakni munculnya fenomena alam aurora yang menakjubkan.

Para astronom mengkhawatirkan tentang nasib pesawat ruang angkasa di orbitnya, termasuk stasiun luar angkasa internasional (ISS). Semenjak dua hari lalu, sejumlah besar plasma dan partikel bermuatan kini menuju dan akan menabrak bumi.

Beberapa maskapai penerbangan telah diperingatkan tentang kemungkinan dampak yang akan terjadi. Dikabarkan saat ini ada banyak perusahaan yang lebih memilih untuk melakukan penerbangan antara Amerika Utara dan Asia atau Eropa, ketimbang, harus melewati rute Kutub Utara.

Peristiwa alam ini, meskipun dapat memberikan dampak yang merugikan, namun nampaknya akan menjadi sebuah tontotan menarik, yakni diharapkan akan menghasilkan fenomena aurora yang cerah dan mengkilat serta jarak yang lebih rendah dari biasanya.

3 komentar:

anie mengatakan...

info menarik

shah mengatakan...

nice blog gen

Anonim mengatakan...

Akibat dari meningkatnya temperatur matahari dan planet anggotanya, tanpa disadari telah terjadi penambahan kecepatan putar dan jelajah bumi terhadap matahari, sehingga waktu terasa semakin cepat berlalu, musim kemarau dan hujan pun telah berubah. jangan terpaku tengan hitungan jam dinding yang senantiasa bergerak sesuai dengan medan magnet bumi, bumi berputar semakin cepat, jam pun akan demikian.

Posting Komentar

Komentar kalian adalah semangat bagiku
Terima kasih banyak buat kunjungannya ....!
^_^