Kepler 22b Planet Baru Layak Huni


Para astronot dan ilmuan makin hari makin pinter aja kayaknya, ada ada aja hasil penemuannya. Alam semesta memang sungguh luas tiada habis, dan masih banyak yang belum terkuak mungkin.Ada kabar gembira ini bagi pemerintah yang sibuk ngurusi kepadatan penduduk, mungkin planet baru ini cocok buat lahan baru buat penduduk yang gak punya tempat tinggal dan bercocok tanam di sana.Waduh sobat maaf ada sedikit kesalahan, ternyata jaraknya terlalu jauh, dengan tegnologi yang ada saat ini aja kita jika ingin kesana membutuhkan waktu 600 juta tahun cahaya ,,, weh weh weh...,. umur kita abis di jalan sobat kalau gitu. Lebih lengkapnya lanjutkan membaca di bawah ini sobat.

Wahana antariksa Kepler kembali membuat kejutan. NASA mengumumkan pada Senin  bahwa salah satu dari 2.326 kandidat planet temuan Kepler telah dikonfirmasi sebagai planet layak huni.

"Ini penemuan yang fenomenal. Ini membuktikan bahwa Homo sapiens semakin dekat dengan pencapaian kita di semesta untuk menemukan planet yang mengingatkan kita akan rumah. Kita hampir di sana," kata Geoff Marcy, peneliti dari University of California, Berkeley, seperti dikutip AP.

Planet yang dikonfirmasi layak huni tersebut bernama Kepler 22b. Planet itu mengorbit bintang serupa Matahari bernama Kepler 22 dan berjarak 600 tahun cahaya dari Bumi.

Kepler 22b memiliki beberapa kesamaan dengan Bumi. Bumi mengelilingi Matahari selama 365 hari, sedangkan Kepler 22b mengelilingi bintang induknya dalam waktu 290 hari. Cuma beda tipis.

Temperatur Bumi dan Kepler 22b pun tak berbeda jauh. Disebutkan bahwa jika efek rumah kaca bekerja di Kepler 22b, maka temperatur di planet itu sekitar 22 derajat celsius.

Perbedaan dijumpai pada ukurannya. Kepler 22b berukuran 2,4 kali lebih besar daripada Bumi.

Sementara massanya belum diketahui sehingga sulit dipastikan apakah Kepler 22b merupakan planet batuan atau gas raksasa. Jika merupakan planet gas, maka tentu sulit bagi manusia untuk hidup di sana.

Meski dikonfirmasi layak huni, masih sulit bagi manusia untuk pergi ke Kepler 22b. Satu tahun cahaya setara dengan 9,65 triliun kilometer. Butuh waktu 22 juta tahun untuk ke sana dengan teknologi yang ada sekarang. Teknologi-lah yang nanti akan menjawab apakah pergi ke Kepler 22b akan menjadi mimpi atau kenyataan.

Selain penemuan Kepler 22b, NASA juga mengumumkan bahwa kini Kepler telah memiliki 2.326 kandidat planet layak huni. Jumlah ini bertambah 1.094 dari pengumuman pada bulan Februari 2011 lalu yang menyatakan bahwa ada 1.235 kandidat planet layak huni.

Dari jumlah 2.326 kandidat planet, 207 di antaranya memiliki ukuran setara Bumi. Sementara 680 lainnya lebih besar dari Bumi. Jumlah planet yang ada di Zona Layak Huni sendiri ada 48 buah. Masih dibutuhkan penelitian untuk mengonfirmasi apakah sekian planet-planet tersebut layak huni.

Source : kompas 
.
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Misteri Kura-kura Selamat Saat Dinasaurus Punah

Dinosaurus mungkin pernah menjadi penguasa dunia dengan badan besar, cakar tajam, dan giginya yang mengerikan. Namun, saat mereka akhirnya punah dari muka Bumi, kura-kura Boremys yang sederhana justru selamat dari serangan meteorit yang menghantam Bumi 65 juta tahun lalu.
Buktinya adalah sebuah fosil yang ditemukan oleh palaeontolog Amerika Serikat di formasi batuan di North Dakota dan Montana menjadi bukti. Fosil tersebut diperkirakan milik mahluk yang hidup di periode pasca serangan meteor: Kura-kura air.
Apa rahasianya Kura-kura bisa bertahan hidup? Menurut pada ilmuwan, itu bukan karena cangkangnya yang keras. Tapi, fakta bahwa mereka tidak serakah.
Metabolisme mereka yang lamban menjadi kunci bertahan hidup di periode pasca serangan meteor. Di mana hanya sedikit makanan yang tersisa. Mereka juga terlindungi oleh air, yang jadi satu dari dua habitat mereka.
“Kura-kura adalah hewan yang tangguh, mereka mempu bertahan di masa-masa sulit,” kata Tyler Lyson dari Yale University kepada LiveScience. Selain itu, “hewan yang hidup di air terlindungi dari apapun yang bisa membunuh tanaman darat dan Dinosaurus.”
Kebiasaan kura-kura juga jadi kunci penting yang menyelamatkan. Saat kondisi dingin, kura-kura akan berhibernasi. Namun, ketika sangat panas atau kering, kura-kura air akan mengubur dirinya di lumpur — menunggu kondisi normal. Ini yang mungkin mereka lakukan saat periode kemusnahan Dinosaurus.
Untuk diketahui, meteorit yang memusnahkan Dinosaurus memiliki lebar antara enam sampai sembilan mil, yang menghantam Semenanjung Yukatan, di selatan Meksiko. Tubrukan itu melepaskan sekitar 100 juta megaton energi. Masa itulah yang kemudian dikenal sebagai K-T Boundary — periode kemusnahan massal mahluk hidup.
Para ilmuwan menemukan binatang-binatang tang selamat dari ‘kiamat’ itu dengan cara mencarinya di antara bebatuan yang memiliki keunikan geologis.
Kala itu, hampir seluruh hewan darat tersapu bersih, musnah. Termasuk jenis penyu. Namun, Kura-kura Boremys — khususnya famili Baenid luput. “Hewan kecil yang memiliki metabolisme lambat dan hidup di air, mereka bertahan dengan baik di K-T Boundary,” tambah Lyson. “Di dalam air, sebelum dan setelah tubrukan meteor, semua berlangsung seperti biasa.”
Namun, Kura-kura Boremys pun akhirnya menyerah pada alam dan waktu. Mereka akhirnya punah sekitar 40 juta tahun lalu — setelah sempat hidup sekitar 85 juta tahun di Bumi.
Para ilmuwan menduga, hewan tersebut punah karena dimangsa predator. Salah satu alasannya, mereka tak bisa menyembunyikan kepalanya di cangkang — kemampuan yang dimiliki Kura-kura modern.
Source : berbagai sumber
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Jabal Magnet Misterius

Madinah - Kota Madinah memang dikelilingi jabal (gunung). Salah satu jabal yang menarik wisatawan adalah jabal magnet. Jabal ini terletak sekitar 30 km dari Kota Madinah menuju arah kota Tabuk. Jalan sepanjang sekitar 4 km di kawasan gunung ini diyakini memiliki daya magnet. Mobil akan berjalan dengan kecepatan tinggi di saat perseneling mobil dalam posisi nol. Lokasi Jabal Magnet ini ditempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Madinah. Jalanan menuju kawasan ini memang cukup indah. Sebelah kanan dan kiri dikelilingi oleh gunung berbatu. Ada juga pohon-pohonan yang membuat gurun menjadi agak menghijau. Jabal Magnet sudah bukan berada di daerah haram. Kawasan ini agak sedikit bebas. Bahkan, kawasan ini bisa disebut 'Puncak'-nya Madinah. Kawasan gunung ini menjadi tempat rekreasi bagi para keluarga Arab Saudi. Sebelah kiri dan kanan sepanjang jalan ini banyak dipenuhi tenda yang disewakan. Juga ada sejumlah toilet untuk umum. Nah, di sepanjang jalan inilah diyakini ada magnet. Kondisi jalan yang mengarah menjauhi Kota Madinah agak menanjak. Karena itu, pengaruh magnet terhadap kendaraan yang menjauhi Kota Madinah dan menuju Tabuk ini tidak terasa. Hanya saja, sopir mengaku sangat berat melajukan kendaraan. "Tiba-tiba langsung berat Pak. Harus masuk gigi 1," kata Bambang, sang sopir bus. Dengan laju yang berat itu, dia meyakini adanya pengaruh magnet itu. Sebab, dengan kondisi jalan yang tidak terlalu menanjak, seharusnya gigi persneling dua juga masih kuat. Tidak ada batasan yang jelas, mulai dari mana jalan yang memiliki daya magnet itu. Namun, ancer-ancernya gampang. Bila kendaraan melaju dari Madinah, maka jalan bermagnet ini dimulai sejak terlihat bendungan air di sebelah kiri jalan hingga 4 km ke arah luar kota Madinah. Batasan akhirnya ada percabangan jalan di samping gunung berbatu yang cukup tinggi. Pengaruh magnet sangat terasa bila kendaraan melaju dari batas gunung tinggi itu hingga bendungan air. Bus dibiarkan dalam kondisi mesin yang tetap nyala. Namun, gigi persneling diarahkan ke posisi nol (netral). Lambat laun, kendaraan itu makin melaju dengan kencang. Memang jalan menuju Kota Madinah menurun. Namun, menurunnya tidak curam, landai-landai saja. Yang mengherankan, kendaraan terus melaju dengan cepat. Ini terlihat dari speedometer mobil. Saat detikcom berkunjung ke tempat ini, kecepatan bus bisa mencapai 120 km. "Kalau menurunnya hanya seperti ini harusnya kecepatannya tidak sampai 100 km," kata Bambang. Setelah sekitar melaju 3 km, kecepatan bus mulai berkurang sedikit demi sedikit, padahal jalan masih menurun. Dan akhirnya, bus memiliki kecepatan sangat lambat saat berada di depan bendungan air. Memang misterius. Belum diketahui secara jelas apa hubungan magnet dengan laju kendaraan. Meski begitu, kawasan ini dikenal sebagai Jabal Magnet. Orang-orang dari negara asing saat berkunjung ke Madinah jarang yang melewatkan peristiwa langka ini.

Sumber : Detikcom
Baca Selengkapnya>>>>>>>

Bumi Berputar Lebih Cepat Akibat Gempa

Hem...., tak terasa karena kesibukan baruku, sudah 5 bulan lebih aku tak memposting blog aku. Rasa rindu dengan kawan2 dunia maya, dan ingin saling bertukar informasi baru untuk menambah wawasan. Suara para pembaca cakrawala dunia yang telah rindu dengan postingan baru di blog ini telah mengusik aku untuk menyempatkan sejenak di sela2 kesibukan baruku,.. Masih di bayang bayangi rasa malas namun aku tetap semangat untuk menerbitkan postingan baru karena tidak ingin mengecewakan para pembaca setia cakrawala dunia. Seakan-akan mengulangi dari awal kembali begitu kesulitan aku membuat postingan baru, Belum bisa banyak yang aku lakukan, dan aku hanya berusaha berselancar di blog kawan2 dan aku temukan satu artikel dari blog sixooninele yg cukup menarik untuk aku posting, Semoga satu postingan ini yang aku ambil dari blog kawan bisa mengobati kerinduan para pembaca, Mohon do'anya ya kawan2 semua semoga postingan ini bisa mengawali postingan2 berikutnya yang  lebih menarik.
Gempa dan tsunami menyeramkan di Jepang pada 11 Maret lalu ternyata berakibat pada perubahan kecepatan rotasi Bumi. Bumi berputar lebih cepat akibat bencana itu. Geofisikawan NASA Richard Gross
mengungkap adanya perubahan kecepatan rotasi Bumi ketika gempa Jepang terjadi. Saat terjadi gempa dahsyat pada Jumat siang itu, rotasi Bumi menjadi lebih cepat dan memperpendek hari 1,6 mikro detik.


Hal ini menyebabkan adanya perubahan pada massa Bumi. Selama gempa di Sumatra pada 2004, hari biasa diperpendek 6,8 mikro detik. Gempa Jepang, gempa Chile tahun lalu dan gempa Sumatra pada 2004 menciptakan megathrust. Megathrust tersebut mendorong lempeng tektonik yang ada di bawah menjadi satu. Jenis-jenis gempa seperti ini benar-benar memodifikasi kerak Bumi.
.
Baca Selengkapnya>>>>>>>